RumputHijau
Sondag 07 Julie 2013
Good Idea
Dinsdag 18 Junie 2013
Cara Memulai jualan Online
penggunaan internet saat ini semakin maju, diantaranya
adalah makin banyaknya orang yang sudah
memanfaatkan media internet sebagai sarana untuk
mengembangkan usaha atau bisnisnya.
Kelebihan dari jual beli online ialah transaksi dapat
dilakukan di mana saja dan kapan saja asalkan
terhubung dengan internet, pembeli dapat dengan
leluasa memilih dan membandingkan barang dari satu
penjual dengan penjual yang lain hanya dengan
mengakses situs atau lapak jual beli si penjual.
Bagi orang yang baru akan memulai jualan online,
sering kali merasa bingung dengan apa yang harus
dilakukan, skil apa yang harus dimiliki, dan berapa biaya
yang harus dikeluarkan untuk setidaknya memiliki toko
online sendiri. Berikut ini beberapa tips cara mudah
memulai jualan online:
Pertama , kita dapat memanfaatkan facebook sebagai
sarana mempromosikan produk dagangan kita. Dari
sekian banyak teman kita di facebook bisa jadi ada satu
dua orang atau lebih yang berminat dengan produk
dagangan kita, dengan update produk dagangan secara
berkala maka teman-teman kita dapat menemukan
produk yang mereka butuhkan, atau minimal dapat
merekomendasikan produk dagangan kita kepada orang
lain. Buatlah Fanpage Facebook, jadikan FP sebagai
lapak tempat kita memajang produk-produk kita.
Kedua, kita dapat memanfaatkan situs-situs iklan gratis
yang banyak terdapat di internet, kita bisa memajang
barang yang akan kita jual di tokobagus misalnya, atau
berniaga, tokopedia, maupun situs iklan gratis lainnya,
yang semuanya gratis. Jangan lupa berikan data kontak
yang jelas dan valid supaya calon pembeli dapat
dengan mudah menghubungi kita.
Ketiga, situs-situs forum diskusi semacam kaskus dan
lain sebagainya juga dapat kita manfaatkan sebagai
media promosi yang gratis. Pada situs forum diskusi
biasanya tersedia ruang khusus untuk jual beli atau
dikenal dengan nama Forum Jual Beli (FJB),
kelebihannya adalah bahwa situs forum diskusi
semacam kaskus adalah salah satu dari situs-situs yang
paling banyak diakses oleh pengguna internet, sudah
banyak orang yang melakukan transaksi jual beli melalui
FJB kaskus, jika kita merasa ragu dan kurang bisa
percaya dengan salah satu seller, kita dapat meminta
pendapat dari member yang lain apakah seller tersebut
dapat dipercaya atau tidak.
Keempat, selayaknya jualan offline, maka kita butuh
lapak untuk memajang produk-produk jualan kita secara
lengkap dan mudah diakses oleh semua orang, maka
penting bagi kita untuk membuat blog/web toko online,
gunakan domain berbayar seperti dot com, dot net,
atau lainnya, hal ini juga berhubungan dengan
kepercayaan calon pembeli, orang akan cenderung lebih
percaya untuk bertransaksi di situs toko online yang
berdomain berbayar dari pada situs blog/web toko
online dengan subdomain (misal: toko.blogspot.com,
dll).
Untuk situs blog/web toko online, kita dapat
membuatnya sendiri menggunakan blogspot, wordpress,
prestashop, dll, namun bagi calon seller yang masih
awam tentu akan merasa bingung bagaimana cara
membuat dan menggunakannya. Solusinya kita dapat
menggunakan jasa pembuatan blog/web/toko online
yang banyak tersedia di Internet.
Terkadang masalah belum berhenti sampai di situ,
setelah web toko online yang kita pesan melalui jasa
pembuatan toko online sudah jadi, sering kali kita
merasa bingung cara menggunakannya atau
mengoptimalkannya, sehingga akhirnya web toko online
kita terbengkalai dan menjadi kurang maksimal.
Ada satu lagi solusi termudah untuk membuat toko
online sendiri, tentunya dengan support teknis yang
selalu siap 24 jam, kita bisa membuat Website Toko
Online Jejualan.com .
Jejualan.com dapat membantu kita bahkan yang masih
sangat awam sekalipun untuk membuat toko online
sendiri, tidak perlu memakan waktu dan proses yang
lama, di jejualan.com kita hanya membutuhkan waktu
20 detik untuk membuat toko online sendiri.
Fitur dan keuntungan membuat toko online di
jejualan.com diantaranya adalah:
SMS Report, setiap ada transaksi melalui toko online
yang kita buat di jejualan.com maka kita akan
mendapat laporan langsung via sms, sms transaksi juga
terkirim ke nomor pembeli.
Halaman Pertama Google, salah satu persaingan
terberat dari bisnis online adalah mengenai posisi index
pencarian Google, intinya jika situs toko online kita
muncul di halaman pertama bahkan teratas dari hasil
pencarian Google berdasarkan kata kunci target kita
tentu akan semakin lebar peluang situs kita diakses oleh
calon pembeli sesuai target kita. Tidak perlu susah-
susah memikirkan teknik ini ataupun membayar mahal
jasa SEO, teknologi SEO yang diterapkan oleh
jejualan.com akan menjadikan toko online kita berada di
halaman pertama pencarian Google.
Konsultasi Langsung Dengan Pakar E-Commerce, ini
adalah salah satu fitur unggulan jejualan.com, toko
online kita akan dianalisa oleh pakar e-commerce dan
akan diberi masukan apakah teknik dan strategi
marketing kita sudah bagus atau belum.
Ongkos Kirim Otomatis, tidak perlu repot memeriksa
ongkos kirim produk jualan kita ke pembeli, karena toko
kita akan dilengkapi dengan data ongkos kirim dari JNE
dan POS Indonesia.
Marketing Tools, promosi toko online kita akan lebih
maksimal dengan beragam tools yang disediakan oleh
jejualan.com, mulai dari kirim newsletter gratis,
kampanye promo, kode kupon diskon, dll.
Terima Pembayaran Dari Manapun, toko online kita
bisa menerima pembayaran melalui transfer bank,
Paypal & kartu kredit.
Customer Support 24 Jam, layanan customer support
yang siap melayani kita kapan pun (24 jam), sehingga
kesulitan dan apapun yang kita hadapi akan dapat
terselesaikan secepatnya.
Ratusan Fitur E-Commerce, tersedia ratusan fitur e-
commerce lainnya yang dapat kita manfaatkan untuk
memaksimalkan toko online kita.
Banyak Pilihan Template, ada banyak pilihan template
yang dapat digunakan dan diganti sewaktu-waktu
sesuai selera.
Jika kita mendaftar jejualan.com sekarang, ada dua
pilihan paket yang dapat kita pilih, yaitu Gold dan
Platinum.
Paket Gold , jika kita memesan paket ini, maka kita
gratis mendapat domain .com/ .net/ .org serta ratusan
fitur e-commerce canggih didalamnya, gratis 2500
newsletter/bulan, fitur kupon belanja, dan fitur SEO
jejualan.com. Kita dapat memasang maksimal 500
produk, dan biaya yang harus kita bayar sebesar Rp
60.000/bulan.
Paket Platinum, di paket platinum kita akan
mendapatkan domain .com/ .net/ .org serta ratusan fitur
e-commerce canggih didalamnya, gratis 5000
newsletter/bulan, fitur kupon belanja, white label, dan
fitur SEO jejualan.com. Kita dapat memasang maksimal
produk sebanyak-banyaknya (unlimited), dan biaya
yang harus kita bayar sebesar Rp 200.000/bulan.
Jejualan.com juga menyediakan free trial 15 hari, jadi
sebelum membeli paket yang disediakan, kita dapat
mencoba-coba layanan yang mereka sediakan selama
15 hari secara gratis.
Menghitung Laba Pulsa
*Margin keuntungan/profit sebagai ilustrasi dengan
deposit sebesar Rp.100.000.
Profit = jumlah unit terjual x harga jual DIKURANGI
jumlah unit terjual x harga modal
Misal: 1 unit simpati pulsa 10.000 harga jual= 13.000
dan harga modal =Rp10.500, maka perhitungan
keuntungan (deposit sebesar 100.000 ) adalah: (9 x
13.000 ) - (9 x 10.500 ) = 117.000 - 94.500 = 22.500
dengan asumsi biaya sms diabaikan karena sms
sekarang sudah sangat murah dan banyak
gratisannya.Jadi dengan deposit sebesar 100.000 anda
akan memperoleh keuntungan sebesar 22.500 untuk
pulsa bernilai 10.000. Tentu saja perhitungan menjadi
lain jika ditransaksikan untuk nilai pulsa 20.000,50.000
dst.
Metode / cara bagaimana menetukan harga sebuah produk
Sudah ada yang tahu bagaimana metode atau cara
penetapan harga sebuah produk? Caranya sih bisa
bermacam-macam dan banyak. Yang akan saya bahas
hanyalah 2 pendekatan pokok dalam penentuan harga
jual.
Pertama, dengan pendekatan biaya yaitu penetapan
harga biaya plus, penetapan harga mark-plus dan
penetapan harga break even. Kedua dengan
pendekatan pasar atau persaingan.
1. Penetapan Harga Biaya Plus (Cost-Plus Pricing
Method)
Kalau anda menggunakan metode ini, anda menentukan
harga jual per unit produk anda dengan menghitung
jumlah seluruh biaya per unit ditambah jumlah tertentu
untuk menutup laba yang anda kehendaki pada unit
tersebut, atau disebut marjin. Harga jual produk dapat
anda hitung dengan rumus :
Biaya Total + Marjin = Harga Jual
Contohnya seperti ini. Misalkan anda punya usaha jus
buah dan mendapatkan order sebanyak 100 gelas untuk
sebuah pesta perpisahan. Biaya yang anda keluarkan
untuk memproduksi jus buah tersebut diperkirakan
sebanyak 400.000,00 dengan perincian :
Biaya bahan baku : Rp. 250.000,00
Biaya tenaga kerja : Rp. 100.000,00
Biaya lain-lain seperti penyusutan alat,
sewa tempat, dsb : Rp. 50.000,00
Jika anda menginginkan laba sebesar 15% dari biaya
total, maka : Harga total = Biaya Total + Laba = Rp.
400.000,00 + (15% x Rp 400.000,00) = Rp.
460.000,00 . Dengan demikian untuk setiap jus yang
anda jual, harganya sebesar Rp. 4.600,00.
2. Penetapan Harga Mark-Up (Mark-Up Pricing
Method)
Pada intinya, penetapan harga mark-up ini hampir sama
dengan penetapan harga biaya plus. Para pedagang
atau perusahaan perdagangan lebih banyak
menggunakan penetapan harga mark-up ini.
Caranya lebih sederhana. Anda membeli barang-barang
dagangan kemudian harga jualnya anda tentukan
setelah menambah harga beli dengan sejumlah mark-
up, seperti rumus di bawah ini:
Harga Beli + Mark Up = Harga Jual
Jadi mark-up ini merupakan kelebihan harga jual di atas
harga belinya. Contohnya seperti ini. Anggap anda
punya toko sepatu adventure . Anda beli sepatu
adventure merk “X” seharga 300 ribu. Kemudian anda
ingin keuntungan 50 ribu, jadinya anda jual 300 ribu +
50 ribu = 350 ribu . Simpel kan?
Jadi keuntungannya dapat anda peroleh dari sebagian
mark-up tersebut. Mengapa hanya sebagian? Karena
anda juga harus mengeluarkan sejumlah biaya “lain-
lain” seperti transport untuk beli sepatu yang anda
ambilkan dari sebagian mark-up.
3. Penetapan Harga Break-even (Break-Even Pricing)
Adalah cara penetapan harga yang didasarkan pada
permintaan pasar dan masih mempertimbangkan biaya.
Usaha anda dapat dikatakan dalam keadaan break-
even apabila penghasilan yang anda terima sama
dengan ongkosnya, dengan anggapan bahwa harga
jualnya sudah anda tentukan.
Menurut cara ini, usaha anda akan mendapatkan laba
apabila penjualan yang anda capai berada di atas titik
break-even dan rugi penjualan anda berada di bawah
titik break-even.
Cara penetapan harga break-even ini dapat anda
terapkan dengan menggunakan beberapa “syarat”
tertentu, yaitu:
Seluruh biaya usaha anda dapat
digolongkan ke dalam biaya variabel dan
biaya tetap.
Seluruh barang yang anda produksi akan
terjual.
Biaya variabel per unitnya tetap.
Bingung ya? Sama, he..he..he.. Kalau anda ingin tahu
jelasnya, silahkan baca artikel saya tentang apa itu
biaya tetap dan variabel dan cara menentukan break
even point atau titik impas.
Lengkap kok, dengan contoh perhitungannya. So, don’t
miss it… Insya Allah nanti anda akan paham bagaimana
cara menentukan produk anda dengan metode ini.
4. Penetapan Harga dalam Hubungannya dengan
Pasar
Kalau menggunakan cara yang satu ini, penentuan
harga tidak anda dasarkan pada biaya, tetapi justru
sebaliknya. Harga yang menentukan biaya bagi usaha
anda.
Anda dapat menentukan harga sama dengan tingkat
harga pasar agar dapat ikut bersaing, atau dapat juga
ditentukan lebih tinggi atau lebih rendah dari tingkat
harga dalam persaingan.
Bagaimana menghitung keuntungan usaha
Informasi Bisnis : Bagaimana Cara Menghitung
Keuntungan Usaha? - Salah satu daya tarik yang
membuat banyak orang ingin membuka usaha adalah
mendapatkan keuntungan. Kebanyakan para pengusaha
pemula tidak begitu memahami Bagaimana Cara
Menghitung Keuntungan yang benar. Pada postingan
kali ini, saya bermaksud berbagi informasi
mengenai Bagaimana Cara Menghitung Keuntungan
Usaha?
Berikut ini merupakan urutan Cara Menghitung
Keuntungan Usaha secara sederhana :
1. Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) / Modal
Pokok
Cara menghitung modal pokok penjualan dapat
dijelaskan. Perhitungan modal pokok merupakan hal
pertama yang harus dilakukan untuk mengetahui
keuntungan usaha selanjutnya.
Contoh:
HPP per porsi mi ayam adalah Rp1.500 . Harga pokok
penjualan sebuah burger adalah sebesar Rp1.400 per
buah.
2. Menentukan Harga Jual
Menentukan harga jual bergantung pada keinginan
pemilik dan segmentasi pasarnya.
Contoh:
Kali ini harga jual ditentukan dari harga yang umum di
pasaran. Harga pasaran umum mi ayam adalah
Rp5.000 dan harga pasaran untuk burger adalah
Rp6.000.
3. Menghitung Keuntungan Kotor
Keuntungan kotor adalah hasil keuntungan dari
perhitungan penjualan dikurangi modal pokok akan
tetapi belum dikurangi biaya operasional.
Keuntungan kotor = Penjualan per buah/porsi — Modal
Pokok
Keuntungan kotor/hari = Total penjualan/hari/bulan —
Total modaI pokok atau per bulan
Contoh:
Usaha Burger
Keuntungan burger/buah = Rp6.000 – Rp 1.400 =
Rp4.600/buah
Bila sehari rata-rata dapat menjual 20 buah burger,
berapa keuntungan kotor yang diperoleh setiap hari dan
setiap bulannya?
Keuntungan burger 20 buah/hari adalah = Rp4.600 x 20
= Rp92.000/hari
Keuntungan burger rata-rata/bulan adalah = Rp92.000 x
30 = Rp2.760.000
Usaha Mi Ayam
Keuntungan Mi ayam/porsi Rp5.000 — Rp1.500 =
Rp3.500/buah
Bila sehari rata-rata dapat menjual 50 porsi mi ayam,
berapa keuntungan kotor yang diperoleh setiap hari dan
setiap bulannya?
Keuntungan mi ayam porsi/hari adalah Rp3.500 x 50 =
Rp175.000/hari
Keuntungan mi ayam rata-rata/bulan adalah =
Rp175.000 x 30 = Rp5.250.000
4. Menghitung Total Biaya Operasional
Biaya operasional usaha adalah biaya-biaya lain yang
dibutuhkan untuk usaha selain bahan baku. Biaya
operasional antara lain:
• Biaya Bahan bakar (gas)
• Biaya upah tenaga kerja
• Komisi per buah untuk tenaga keliling (bila ada)
• Biaya transportasi
• Biaya rekening listrik (jika ada)
• Biaya rekening air (bila ada)
• Biaya kerusakan produk, atau sisa yang tidak terjual.
Contoh:
Bila sebulan usaha burger membutuhkan 2 tabung gas
3 kg dan upah tenaga kerja, biaya ongkos belanja
Rp10.000 setiap 2 hari dan total perhitungan sisa yang
tidak terjual 10 buah setiap bulannya. Maka berapa total
biaya operasional burger setiap bulannya?
Perhitungannya adalah:
2 tabung gas @ Rp17.000 = Rp34.000
Gaji pembantu = Rp500.000
Ongkos 10.000 x 15 hari = Rp150.000
Sisa burger 10 x 1.400 = Rp14.000
Total biaya operasional/bulan = Rp698.000
5. Menghitung Keuntungan Bersih
Keuntungan bersih adalah hasil keuntungan yang
sudah dikurangi seluruh biaya operasional.
Cara perhitungannya adalah:
Keuntungan Bersih = Total Keuntungan Kotor/Bulan -
Total Biaya Operasional Setiap Bulan
Contoh:
Dengan total keuntungan kotor usaha burger
Rp2.760.000 setiap bulan dan biaya operasional setiap
bulan Rp698.000. Berapa keuntungan bersih yang
dihasilkan usaha burger tersebut?
Keuntungan bersih/bulan = Rp2.760.000 — Rp698.000
= Rp2.062.000
Alokasi Hasil Keuntungan Bersih
Keuntungan bersih memang mutlak menjadi hak pemilik
usaha, tapi akan lebih baik bila hasil keuntungan bersih
juga ada pengelolaannya sehingga usaha Anda akan
terasa lebih sehat. Akan tetapi Anda sendiri yang
berhak menentukan, pertimbangannya bila semakin
besar persentase pengembalian modal investasi maka
usaha akan lebih cepat balik modal (BEP). Perkecil
persentase kebutuhan konsumtif di awal usaha karena
persentase untuk konsumtif bisa lebih besar ketika
pengembalian modal investasi sudah selesai (BEP).
Berikut ini adalah tips-tips persentasi untuk alokasi
hasil keuntungan bersih usaha :
1. Untuk pengembalian modal investasi = 30—50%
2. Untuk penyusutan alat = 10—20%
3. Untuk pengembangan usaha = 10 —20%
4. Untuk kebutuhan konsumtif = 10—50%
Vrydag 31 Mei 2013
CATATAN KECIL SEORANG (CALON) DOKTER: DOKTER JUGA MANUSIA
Profesi dokter adalah profesi yang tidak henti-hentinya
disorot. Hampir setiap hari dapat kita baca berita
mengenai profesi yang satu ini, sayangnya sebagian besar
yang ditampilkan adalah berita-berita mengenai
ketidakbecusan dokter dalam menangani pasien, pasien
yang melapor karena menjadi korban “malpraktik”, rumah
sakit yang dikatakan menolak pasien, dan pada akhirnya
akan ditarik kesimpulan ORANG MISKIN TIDAK BOLEH
SAKIT. Meskipun dikatakan betapa sulitnya menjadi
dokter, setiap tahunnya beribu-ribu orang berebut masuk
ke fakultas kedokteran dengan biaya yang fantastis. Jadi
bagaimanakah sebenarnya perjalanan seseorang hingga
dapat menjadi penyembuh yang tidak boleh salah ini?
Menjadi mahasiswa fakultas kedokteran adalah suatu
kebanggaan, apalagi fakultas kedokteran yang
terpandang, di mana untuk masuk harus menyisihkan
ribuan pendaftar. Apakah benar masuk fakultas kedokteran
selalu mahal sehingga ditebus dengan menarik biaya
tinggi setelah lulus? Hal itu tidak sepenuhnya benar.
Mahasiswa kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas
Airlangga angkatan 2010 yang lulus lewat jalur SNMPTN
cukup membayar uang masuk Rp 1.032.500 dan SPP Rp
1.250.000 setiap semesternya.
Selepas euforia diterima di FK, mulailah seorang
mahasiswa kedokteran mempelajari ilmu-ilmu dasar
sebagai landasan untuk kemudian mempelajari penyakit
dan cara-cara pengobatan. Begitu banyak yang harus
dilalui mulai dari menahan bau formalin saat praktikum
pembedahan cadaver (mayat), merelakan diri untuk saling
berlatih mengambil dan memeriksa darah, urin, serta
feces, dan kewajiban mengerti serta menghapalkan
tumpukan buku kedokteran yang tebalnya ribuan halaman.
Semuanya tidak lepas dari pengorbanan para dosen,
dokter, dan profesor yang rela meluangkan waktu serta
tenaga untuk mengajar mahasiswa mulai dari tingkat
paling bawah.
Beberapa gugur, yang lain bertahan, singkat kata, tiga
setengah tahun terlewati, dan luluslah dari FK. Apakah
sudah selesai? Tidak, perjuangan justru baru dimulai,
dengan gelar Sarjana Kedokteran di tangan, para calon
dokter mulai bertugas di rumah sakit sebagai dokter muda
(DM) atau lazim disebut co-ass.
Seorang co-ass bekerja magang di rumah sakit untuk
menangani pasien di bawah pengawasan dokter-dokter
lain yang sudah senior, sehingga tidak benar apabila
dikatakan pasien menjadi kelinci percobaan. Apabila
melakukan kesalahan sedikit saja, dokter muda tidak luput
dari sanksi. Seorang dokter muda diwajibkan ada di rumah
sakit setiap harinya tidak peduli hari Minggu atau hari
raya, juga menjalani jadwal jaga. Jaga di sini berarti
tinggal di rumah sakit dan membantu merawat pasien di
bangsal semalaman suntuk, seringkali tanpa tidur. Setelah
itu masih dilanjutkan dengan mengikuti laporan mengenai
kondisi pasien pagi-pagi benar dan bertugas lagi sampai
sorenya, sehingga boleh dikatakan hidup seorang dokter
muda adalah di rumah sakit dengan jam kerja yang
sangatlah panjang, apalagi di rumah sakit seperti RSUD
Dr. Soetomo yang menerima ribuan pasien setiap harinya
sebagai rujukan Indonesia Timur.
Dokter muda ini harus dijalani selama dua tahun dengan
tetap membayar uang kuliah, semuanya itu adalah bagian
dari pendidikan profesi yang harus dijalani sebelum layak
menyandang gelar “dr.”
Setelah selesai menjalani dokter muda, maka para calon
dokter ini dihadapkan pada UKDI (Ujian Kompetensi
Dokter Indonesia) yang meliputi ujian tertulis dan juga
praktik. Apabila lulus, resmilah ia menjadi seorang dokter.
Lalu apakah berhenti di situ saja? Ternyata belum, dan di
sinilah keprihatinan itu dimulai. Dokter ini harus menjalani
internship atau program penempatan ke rumah sakit tipe C
dan puskesmas di kota-kota kecil selama setahun. Bukan
penempatannya yang menjadi masalah, namun selama
menjalani internship dokter ini tidak boleh dulu berpraktik
sendiri, ia mengabdi di rumah sakit di mana ia
ditempatkan, dengan gaji yang dipukul rata yaitu Rp
1.250.000 dan dibayarkan setiap tiga bulan, jauh di bawah
UMR buruh sekalipun. Masih dengan jam kerja yang
panjang dan tidak menentu ditambah tanggung jawab
kepada pasien, perlu diingat juga bahwa para dokter ini
harus menanggung biaya hidup di kota asing yang
tentunya tidak sedikit.
Selepas internship, seorang dokter dianggap cukup
mumpuni untuk berpraktik sendiri, maka ada beberapa
pilihan yang bisa diambil, salah satunya adalah menjalani
PTT di daerah-daerah terpencil atau menjalani pendidikan
dokter spesialis. Pilihan yang sulit, mengingat meskipun
ada begitu banyak daerah terpencil di seluruh Indonesia
yang masih kekurangan dokter, namun terpilih menjadi
dokter PTT tidaklah mudah dikarenakan terbatasnya
kuota. Menjalani pendidikan spesialis juga bukan tanpa
konsekuensi. Pendidikan spesialis di Indonesia hampir
seluruhnya harus dijalani tanpa gaji, dengan lama
pendidikan bervariasi mulai tiga sampai enam tahun.
Tanggung jawab dan beban kerja seorang calon spesialis
juga jauh lebih berat lagi daripada seorang dokter muda
atau dokter internship.
Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk mengeluhkan sulitnya
menjadi seorang dokter, atau betapa setelah perjuangan
panjang itu dokter harus disanjung dan dihormati. Tulisan
ini hanyalah untuk mengingatkan bahwa di samping semua
itu, seorang dokter tidak dapat bekerja sendiri. Untuk
menciptakan sistem kesehatan yang baik dibutuhkan juga
dukungan sarana prasarana yang memadai. Oleh karena
itu janganlah karena kapasitas rumah sakit yang terbatas,
semua pasien miskin boleh berobat gratis, dan rumah
sakit tidak boleh menolak pasien, lalu apabila ada yang
terpaksa sekali tidak terlayani dengan maksimal lalu
semata-mata menjadi kesalahan dokter dan rumah sakit.
Dokter butuh rasa aman dalam bekerja, dan hal itu akan
sulit tercapai apabila dalam melakukan tindakan selalu
dibayang-bayangi dengan ancaman tuntutan.
Kenyataannya manusia adalah makhluk hidup dengan
jutaan variasi, sehingga meskipun sudah bekerja sesuai
pedoman masih dapat juga terjadi efek yang tidak
diharapkan. Meskipun begitu, di kala para buruh berunjuk
rasa menuntut kenaikan UMR, apakah pernah kita dengar
para dokter protes karena gaji yang tidak memadai,
pemberitaan yang tidak berimbang, atau beban kerja yang
terlalu berat?
Hargailah perjuangan para dokter yang rela bertugas di
daerah terpencil sampai tertular penyakit dan menjadi
korban konflik. Dengarkanlah suara para dokter di tengah
gencarnya program kesehatan pemerintah. Bagaimanapun
dokter akan selalu melayani, sebab semuanya sudah
terucap dalam sumpah di atas kitab suci “Saya akan
senantiasa mengutamakan kesehatan penderita
Donderdag 30 Mei 2013
Aku Membunuh pasien ku
Sore pukul 04.00 aku dikejutkan dengan deringan ponsel
dari saku kemejaku, masih berfikir antara mau jawab atau
tidak. Aku sementara menyetir mobil, perjalanan ke
ibukota kabupaten. Aku tahu betul menerima telepon
pada saat menyetir berbahaya dan melanggar aturan, tapi
rasa penasaranku tidak bisa terhalangi untuk segera
menjawab ponselku
Sore pukul 04.00 aku dikejutkan dengan deringan ponsel
dari saku kemejaku, masih berfikir antara mau jawab atau
tidak. Aku sementara menyetir mobil, perjalanan ke
ibukota kabupaten. Aku tahu betul menerima telepon
pada saat menyetir berbahaya dan melanggar aturan, tapi
rasa penasaranku tidak bisa terhalangi untuk segera
menjawab ponselku.
“Halo, assalamu alaikum dok” tanya si penelpon buru-
buru. Memang di ponselku nomornya tidak dikenali, tapi
suaranya sungguh familiar. Yah, ini Resty. Salah seorang
perawat di puskesmasku.
“waalaikum salam, ada apa dek?” balasku singkat.
“ini dok, ada pasien yang keluarganya minta di infus,
katanya tiba-tiba pusing, tidak bisa makan dan minum.
Tekanan darahnya 120/70 mmHg, biasanya tekanan
darah pasien ini 170/100, riwayat hipertensi memang.”
“yah, sudah kamu infus saja. Ini lagi nyetir dek”
“oke dok.”
Kebiasaan masyarakat di daerahku yang suka dirawat
dirumahnya ketimbang ke puskesmas. Sudah sering aku
menolak rawat rumah, tetapi pilihannya kalau tidak rawat
rumah maka mereka tidak akan pernah ke puskesmas
separah apapun kondisinya. Aku memutuskan untuk
melakukan perawatan rumah sepanjang ada perawat yang
bersedia melakukan perawatan rumah, yah tentu saja
perawatan rumah butuh tenaga dan biaya yang lebih
besar. Aku kembali fokus menyetir mobil, perjalanan butuh
waktu 1 jam ke ibukota kabupaten. Rencana awal mau
menginap, tetapi sepertinya harus segera pulang karena
ada pasien yang mesti segera di visite.
Pukul 08.00 malam akhirnya badanku bisa kurebahkan di
tempat tidur kamarku, tadinya rencana awal ingin segera
mengunjungi pasien. Rasa malas dan kantuk tidak
tertahankan. “yah, masih bisa visite besok. Lagian hari
inikan minggu. Hari libur, dokter juga butuh istirahat” Aku
menggerutu. Kuambil ponselku sambil melihat status-
status galau dari pengguna facebook. Cek twitter, sensasi
Ahmad Fatanah dengan wanita-wanitanya masih
menguasai twitter land.
Hari senin jam 09.00 pagi, aku bergegas ke kantor. Jam
ngantorku itu jam 9 pagi, sudah sejak 3 tahun lalu jam
kantor memang segini. Kalau datang lebih awal, dijamin
akan mendahului pegawai-pegawai lainnya. Stetoskop
poli umum kuletakkan di samping meja. Pasien poli sudah
beres, waktunya home visit.
Seorang wanita berumur kisaran 60 tahun terbaring di
tempat tidur. Tangan kiri terpasang infus, banyak luka-
luka kecil merah kebiru-biruan di kedua tangan.
Sepertinya teman perawat berjuang keras dalam
memasang infus kemarin. Kesadaran wanita ini menurun,
responnya melambat, mudah sekali tertidur, matanya
tertutup. Kutatap perawat disebelahku, ini sudah
somnolen curiga stroke. Kita lanjut periksa dulu. Ada
perbedaan kekuatan kedua tangan, tangan kiri lebih
lemah, pasien bisa menggerakkan tangan dan kaki tetapi
tidak bisa diangkat.
Kusandarkan badan di tembok di kamar pasien. Rasa
bersalah menunda home visite menghantuiku. Pasien ini
terkena stroke dan kupahami betul golden time
penanganan terbaik pasien stroke 3 jam pertama dari
serangan. Ini sudah lebih 24 jam. Pemberian terapi
biasanya tidak maksimal dalam proses penyembuhan.
Hmm, terlambat lagi.
“Ibu, nenek terkena stroke. Tangan kiri dan kaki kirinya
sudah lemah. Nenek susah menelan, malas untuk
membuka mata. Satu-satunya sumber makanan nenek ini
dari cairan infus” Penjelasanku kepada anak pasien.
“iya dok, waktu serangan kami mengira cuma pusing
biasa saja. Ternyata terkena stroke. Selanjutnya
bagaimana ini dok?” tanya anak pasien.
“Infus tetap kita lanjutkan, kalau ibu setuju kami
berencana memasang kateter dan memberikan perawatan
pemberian obat injeksi, semoga membantu memberikan
perbaikan kondisi nenek. Ibu jangan berharap banyak,
karena penanganan nenek sudah terlambat dan bagusnya
diberikan pelayanan rumah sakit sich pasien stroke bu”
“Lakukan yang terbaik saja menurut dokter”
Aku tidak dapat menutupi rasa sedihku. Kalau saja aku
bisa lebih cepat menolong bisa saja ceritanya akan lain.
Mungkin saja. Dokter di puskesmasku memang cuma aku
seorang, itupun dokter PTT yang belum jelas nasibnya di
daerah ini. Idealnya dokter minimal 2 orang, sehingga
ketika ada kegiatan dokter yang bersifat pribadi atau
dinas luar bisa diganti dengan dokter yang lain. Karena
tidak mungkin dokternya harus stand by terus, dokter
juga manusia biasa. Butuh waktu istirahat. Butuh waktu
kumpul dengan keluarga.
“Resty, obat injeksinya piracetam dan vitamin injeksi.
Suruh keluarga beli di tempat praktek. Soalnya obat
seperti itu jarang sekali dijual di desa seperti ini. Harus ke
kota atau pesan dulu. Aku kebetulan punya persediaan 3
ampul bisa digunakan untuk 3 hari. Piracetam 1 ampul itu
15 cc, sekali injeksi 5 cc sehari itu 3 kali. Kalau vitamin
injeksi nya cukup 1 kali 1 ampul sehari intramuskuler yah”
“oke dok, nanti aku hubungi lagi”
Pukul 07.00 malam ponselku kembali berdering. Resty
memanggil.
“Halo dok, injeksinya sudah 3 hari dan tidak ada
perubahan kondisi pasien. Keluarga minta infus dan obat-
obatnya dihentikan” ujar resty di telpon
“Loh ko’ minta lepas infus, itu sama dengan membunuh
pasien loh. Selama ini kan pasien tidak bisa makan dan
minum, nutrisinya itu cuma dari cairan infus”
“Keluarganya ngotot mau lepas infus saja dok, katanya
infus ini cuma menghalangi pasien. Membuat pasien
tersiksa menjelang ajalnya”
“ya, sudah. Kalau kelurga semua sepakat untuk melepas
infus, kamu off saja infusnya”
“oke dok”
Ini bukan pertama kali permintaan keluarga seperti ini.
Banyak sekali pasien-pasien yang secara medis susah
disembuhkan lagi kita tetap rawat, namun dari keluarga
biasanya minta dilepas infusnya dengan alasan
memudahkan proses penjemputan ajal. Ini sudah
termasuk eutanasia, pembunuhan! Hukum indonesia tidak
membenarkan.
Dalam salah satu artikel hukum online pernah aku
dapatkan Kitab Undang-Undang hukum Pidana (KUHP)
mengatur larangan melakukan eutanasia. Pasal 344 KUHP
berbunyi:
“Barang siapa merampas nyawa orang lain atas
permintaan orang itu sendiri yang jelas dinyatakan
dengan kesungguhan hati, diancam dengan pidana
penjara paling lama 12 tahun”
Tindakan yang aku lakukan termasuk eutanasia pasif,
karena mempercepat kematian dengan menghentikan
pertolongan yang sedang dilakukan. Dalam hukum pidana
indonesia, perbuatan ini bisa dipidanakan. Kembali aku
berfikir dengan kenyataan di rumah sakit pada waktu
koas. Betapa banyak pasien yang dihentikan pertolongan
karena pasien sudah fase terminal. Di ICU misalnya,
pasien banyak dihentikan penggunaan ventilator atas
permintaan keluarga. Rasa frustasi, capek, biaya yang
tidak sedikit menjadi faktor utama penghentian
penggunaan ventilator. Di ruangan perawatan juga,
terkadang ada pasien yang sudah diminta pulang oleh
rumah sakit karena dokter sudah angkat tangan dalam
menangani. Dan banyak lagi kasus lain.
Di negara Belanda yang kita kenal sebagai negara yang
melegalkan eutanasia ternyata tidak sembarangan.
Pengadilan yang menentukan boleh tidaknya dilakukan
eutanasia meskipun sudah ada permintaan dari keluarga
pasien. Penetapan pengadilan yang akan dijadikan dasar
agar keluarga atau dokter yang merawat tidak bisa
dipidana. Di Indonesia pernah ada seorang suami yang
meminta ke pengadilan dilakukan eutanasi kepada istrinya
dengan alasan menghentikan penderitaan dari istrinya,
namun permohonan itu ditolak pengadilan.
“Ting.. Ting..”
Lamunanku tentang eutanasia buyar dengan bunyi sms
ponselku.
“dok, pasiennya baru-baru meninggal”
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, aku membunuh pasienku.